Profil

Sejarah Singkat Kelurahan Pedungan



http://denpasarkota.go.id/assets_subdomain/CKImages/files/keris.jpg

Sejarah menurut sebagian pengamat sejarah Nasional adalah cermin dari suatu Bangsa terhadap pengalaman-pengalaman yang pernah dihadapi. Pengalaman itu sendiri merupakan soko guru terbaik. Menurut sejarawan Amerika sejarah itu ibarat orang yang naik kereta api menghadap kebelakang, sehingga dapat melihat kesamping kiri dan kanan. Namun satu kendala adalah ia tidak bisa melihat ke depan. Dari sejarah ini pula suatu bangsa tentunya akan mengambil hikmah atau pelajaran terhadap pengalaman-pengalaman tadi, baik itu pengalaman manis maupun pengalaman pahit. Bila itu pengalaman pahit maka perlu diupayakan agar tidak terulang lagi, tapi juga harus diusahakan agar tidak menghambat kemajuan bangsa di masa mendatang. Pribahasa mengatakan vahea Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengetahui sejarahnya serta dapat menghormati jasa para pahlawan atau pendahuluannya. Dengan demikian mengandung pengertian bahwa kepada generasi penerus diharapkan mengenal atau minimal mengetahui tentang asal usul bangsa dan negerinya, Demikian halnya dengan sejarah Kelurahan Pedungan. Ada imformasi yang bisa dijadikan pedoman menurut cerita dari tokoh-tokoh masyarakat serta didukung bukti-bukti peninggalan yang diketemukan dan dipakai sebagai acuan didalam penyusunan publikasi ‘ Propil Pembangunan Kelurahan Pedungan ‘ terutama menyangkut sejarah terbentuknya Kelurahan Pedungan.

             Adapun Wilayah Kelurahan Pedungan yang sekarang ini merupakan daerah perbatasan  (tepi siring) dari Kerajaan Badung dengan Daerah Kekuasaan Kerajaan Mengwi di sebelah selatan pada jaman dahulu. Kelurahan Pedungan sekarang ini merupakan derah kunci dari daerah kekuasaan Kerajaan Badung dalam menghadapi serangan prajurit Kerajaan Mengwi.

 

            Untuk menunjang pasukan Kerajaan Badung di dalam memelihara kewaspadaan terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi perlu adanya perlengkapan –perlengkapan yang dibutuhkan untuk maksud tersebut. Oleh karena itu Desa-Desa yang berada di daerah kunci diberikan juga tugas-tugas untuk membantu kekuatan militer dari kerajaan Badung.Desa Pedungan bertugas untuk pengadaan senjata dan tempat penyimpanan seniata demi kepentingan para serdadu kerajaan yang berada digaris depan. Selain itu bertugas pula menyediakan tempat penyimpana vahan makanan para serdadu tersebut. Sedangkan Desa adat Kepaon beryugas untuk

mengolah bahan pangan bagi kepentingan para serdadu. Analisa ini didasarkan kepada beberapa ‘istilah ‘atau ‘kata’ yang melatarbelakangi sejarah terbentuknya Kelurahan Pedungan yakni :

PEDUNGAN yang berasal dari kata ; DUUNG ;  berarti senjata.mendapatkan awalan ; PE ;dan akhiran  ; AN ;  sehingga menjadi ; PEDUNGAN ; yang berarti tempat pengadaan dan penyimpanan perlengkapan senjata.

            Hal ini diperkuat dengan adanya ; Banjar Pande ; dan ; Pura Dalem Pekerisan ; Banjar Pande ini berpungsi untuk membuat persenjataan sedangkan Pura Dalem Pekerisan merupakan tempat penyimpanan Keris Sakti dan Tombak Pusaka, yang sampai sekarang ini masih disucikan oleh masyarakat Kelurahan Pedungan dan selalu diturunkan pada saat melasti ke laut (Melasti) PEMOGAN yang berasal dari kata ;BOGA; (baca: makanan )mendapat awalan ;PE; dan akhiran; AN’, Sehingga menjadi ; PEMOGAN ; yang diterjemahkan sebagai penyediaan bahan makanan.

KEPAON, Berasal dari kata ;PAON; yang berarti dapur ( Pewarengan ) atau tempat pengolahan makanan. Apabila dilihat dari fungsi  dari desa-desa  adat yang membantu ‘ Desa Adat Pedungan ‘ maka tidak bisa terlepas satu sama lainnya untuk mencapai tujuan akhir. Dari sini ketiga Desa Adat tersebut bersatu menjadi ; Desa Pedungan ; Karena berkembangnya jaman serta bertambahnya laju pertumbuhan penduduk perkotaan, maka terbentuklah Kota Administratif Denpasar ; sejak itu ; Desa Pedungan; yang meliputi 3(tiga) desa adat dimekarkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor: 57/1982tanggal 1 Juni 1982 yang terbagi menjadi 2 (dua) wilayah yakni Kelurahan Pedungan dan Desa Pemogan. Pada tanggal 22 September 1982 melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 140-502 Pedungan ditetapkan menjadi Kelurahan Pedungan. Dalam rangka melengkapi tulisan ini dapat pula disajikan urutan ; Daftar Nama Pucuk Pimpinan di Kelurahan Pedungan ; sesuai yang diketahui dan tercatat antara lain :

 

1.

I GUSTI MADE OKA

TAHUN 1962 - 1969

2.

I GUSTI KETUT OKA

TAHUN 1969 - 1970

3.

I KETUT SUDANA

TAHUN 1971 - 1972

4.

I GUSTI MADE OKA

TAHUN 1972 - 1975

5.

I KETUT DUGIL

TAHUN  1975 - 1976

6.

I MADE DOGOL

TAHUN 1976 - 1989

7.

PJS.I WAYAN BADRI ADNYANA

TAHUN 1989 - 1990

8.

I MADE GANTIANA

TAHUN 1990 -  2000

9.

DRS. I WAYAN MUSTIKANAYA

TAHUN  2000 - 2002

10.

I NYOMAN LODRA , SE.M.SI

TAHUN  2002 - 2011

11.

PLT.I WAYAN SUDIARTA, BSC

TAHUN  2011 – 2012

12.

ANAK AGUNG GEDE OKA, SE

TAHUN  2012 - SEKARANG

 

Demikian sejarah singkat Kelurahan Pedungan yang kiranya akan menambah wawasan bagi pembaca semoga bermanfaat.


Facebook
Twitter